ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH


SKRIPSI KEUANGAN(S1-MANAJEMEN KEUANGAN)
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH PARAGAAN SUMENEP
www.tokomadura.co.id

(Untuk judul-judul skripsi lainnya : ekonomi akuntansi, keuangan, pemasaran & sdm. Disini)

1.1Latar Belakang Masalah
Dengan semakin terbatasnya sumber kekayaan alam sebagai faktor modal serta semakin majunya perkembangan ilmu dan teknologi telah menjadikan dunia usaha sebagai ajang pertarungan yang bersifat kompetitif. Oleh karena itulah maka perusahaan sebagai tempat bergabungnya orang-orang atau pemilik harus dikelola secara professional agar tujuan meningkatkan kemakmuran atau kekayaan bagi para pemilik, tenaga kerja yang ada di dalamnya, serta pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dapat dicapai.
Untuk kepentingan tersebut seorang pimpinan harus mampu membuat perencanaan yang lebih baik, mengambil keputusan, dan mengadakan pengawasan yang efektif, kemampuan yang dituntut dari seorang pimpinan yakni menentukan sumber modal serta bagaimana cara mengoperasikannya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
Modal kerja merupakan hal yang penting dalam perusahaan hingga bisa dikatakan sebagai nyawa dari sebuah perusahaan artinya untuk menjalankan kegiatan operasinya sehari-hari ataupun untuk mengadakan investasi diperlukan modal kerja yang cukup. Untuk memperoleh modal kerja, pihak perusahaan harus memperhatikan setiap potensi keuangan yang ada dan bisa digunakan dengan memperhatikan segala kemungkinan risiko yang ditimbulkan.
Dalam menegemen keuangan suatu usaha atau perusahaan tidak terlepas dari modal kerja karena modal kerja merupakan hal yang penting untuk menjalankan operasi perusahaan sehari-hari sehinggga tujuan dari perusahaan bisa tercapai maka dari itu perusahaan harus mampu menetapkan konsep modal kerja yang sesuai dengan tujuan perusahaan, artinya penyedian modal kerja harus cukup sehingga memungkinkan perusahaan untuk beroperasi seekonomis mungkin dan tidak akan mengalami kesulitan dalam menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan dari kekacauan keungan, sedangkan modal kerja yang berlebihan menunjukkan bahwa ada dana yang tidak produktif, artinya perusahaan mengalami kerugian karena kesempatan untuk mendapatkan laba disia-siakan.
Sumber dan penggunaan modal kerja merupakan analisa yang bisa dijadikan acuan dalam mengambil keputusan yang tepat yaitu dengan analisa sumber dan penggunaan modal kerja pimpinan bisa men getahui komposisi-komposisi modal kerja bersumber dari mana dan digunakan untuk apa, sehingga pimpinan bisa menggambarkan keadaan modal kerja itu sendiri.
Peputaran modal kerja yang efektif membantu kelancaraan operasi perusahaan dalam membiayai operasi sehari-hari. penggunaan modal kerja yang teratur salah satu alat yang membantu penggunaan modal kerja yang efiesien, sehingga bagi manajemen keuangan mempermudah dalam mengambil keputusan.
Pada UD. Barokah Paragaan Sumenep yang dalam sehari-harinya bergerak dalam bidang Meubel, maka perlu memperhatikan perputaran modal kerjanya. Hasil penjualan sangat mempengaruhi sekali terhadap modal kerja dimana semakin besar hasil penjualan dari perusahaan maka semakin besar pula modal kerja yang didapat karena hasil penjualan merupakan sumber dari modal kerja itu sendiri. Seperti halnya pada UD. Barokah ini penjualan atau hasil oprasi yang meningkat maka akan mempengaruhi terhadap peningkatan modal kerja, namun pada kenyataannya dalam perusahaan ini tidak demikian dimana penjualan yang semakin meningkat tidak terlalu mempengaruhi tehadap peningkatan modal kerja. Dilatarbelakangi permasalahan diatas, penulis mengambil judul: Analisa Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Pada UD. Barokah Paragaan Sumenep

1.2Rumusan Masalah
Sebelum penulis memberikan rumusan masalah terlebih dahulu dirasa perlu disampaikan secara teori tentang rumusan masalah. Menurut Tucman dalam Sugiono (2006:34) rumusan masalah dimyatakan dalam bentuk kalimat tanya, atau alternatif tetapi secara implisit mengandung pertanyaan.
Untuk memberikan arah dan batasan yang jelas dalam pembahasan, maka sesuai latar belakang masalah maka penulis dapat merumuskan suatu pokok permasalahan yaitu: Bagaimanakah Sumber dan Penggunaan modal kerja pada perusahaan meubel UD. Barokah Paragaan Sumenep.

1.3 Pembatasan Masalah
Untuk lebih sederhananya permasalahan ini maka diperlukan pembatasan masalah, adapun batasan masalahnya sebagai berikut:
aModal kerja adalah yang digunakan perusahaan dalam satu periode ditinjau dari segi modal kerja bersih
bSumber modal kerja adalah traksaksi yang menyebabkan naiknya modal kerja, baik penjualan aktiva maupun penerimaan karena sesuai dengan operasi perusahaan.
cPenggunaan modal kerja adalah semua kegiatan perusahaan yang menyebabkan terjadimya uang atau dana keluar baik karena kegiatan operasional maupun dari kegiatan non operasional.

(jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)Silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH(100rb/judul)
pembayaran melalui transfer antar BANK, pengriman via email.
Caranya berkas akan kirim duluan via email anda tetapi berpassword, setelah anda melakukan pembanyaran, maka password akan dikirim via sms ke no.hp anda.untuk pilihan skripsi lainnya silahkan klik sebelah KANAN


1.4Tujuan Penelitian
Dari penelitian ini yang hendak dicapai adalah: Untuk mengetahui sumber–sumber dan penggunaan modal kerja pada UD. Barokah Paragaan Sumenep.

1.5Kegunaan Penelitian
aBagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan Informasi dan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengelola modal kerja, sebagai kebijakan dibidang keuangan.
bBagi Pendidikan
Sebagai sumbangsih dalam karya ilmiyah untuk menambah pembendaharaan perpustakaaan dan pembanding bagi mahasiswa yang akan datang dalam mengadakan penelitian dilingkungan Universitas Madura khususnya lingkungan Fakultas Ekonomi.
cBagi Peneliti
Sebagai sarana latihan uantuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan keadaan sebenarnya yang ada dalam dunia usaha serta menambah pengetahuan tentang masalah yang dihadapi oleh perusahaan terutama yang berhubungan dengan masalah yang diteliti oleh penulis.




Keterangan:
Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, perubahan ini akan menjadi kas atau piutang akan menyebabkan bertambahnya modal keraja sebesar hasil hasi penjualan itu. Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah penambahan hutang jangka panjang, perubahan ini akan menjadi kas akan menyebabkan bertambahnya modal kerja sebesar hasil pinjaman tersebut. Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah penambahan modal oleh pemilik, perubahan ini akan menjadi kas yang menyebabkan bertambahnya modal kerja sebesar hasil penambahan modal tersebut. Sumber lain yang menyebabkan betambahnya modal kerja adalah laba yaitu hasil operasi perusahaan atau net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah depresiasi dan setelah dikurangi.
Penggunaan yang menyebabkan berkurangnya modal kerja yaitu penambahan atau pembelian aktiva tetap yang menyebabkan berkutrangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang mengkibatkan bekurangnya modal kerja. Pembayaran hutang jangka panjang atau adanya penuraunan hutang jangka panjang yang diimbangi oleh berkurangnya aktiva lancar akan menyebabkan berkurangnya modal kerja.Penggunaan aktiva lancar untuk pembayaran biaya operasi ini baru merupakan penggunaan modal kerja kalau julah suatu periode lebih besar dari jumlah penjualannya atau timbul kerugian. Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik untuk kepentingan pribadinya dimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar akan menebabkan berkurangnya modal kerja.

2.1.Tinjauan Pustaka
2.1.1.Manajemen Keuangan
Riyanto (2001:6) sehubungan dengan fungsi pembelanjaan atau manajemen keungan mendefinisikan sebagai keseluruhan aktifitas keseluruhan perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Menurut Syamsudin (2007:5) manajemen sehubungan dengan pembelanjaan perusahaan bahwa keputusan atau tindakan-tindakan yang berkenaan dengan pembelanjaan perusahaan hanya dapat dilakukan apabila penghasilan manajemen lebih besar dari biaya marginal, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.
Dari kedua definisi diatas manajemen keuangan berkenaan dengan pembelanjaan perusahaan bahwa pada prinsipnya menuntut agar baik dalam menggunakan maupun memperoleh dana harus didasarkan pada pertimbangkan yang efsien dan efektif sehingga tujuan perusahaaan dapat tercapai.
Fungsi manajemen keuangan menurut Riyanto (2001:6) mengatakan bahwa fungsi pembelanjaan atau manajemen keuangan mencakup dua hal: pertama; fungsi menggunakan dana atau mengalokasikan dana yang dalam pelaksanaannya menejer keuangan harus mengambil keputusan investasi, kedua; fungsi memperoleh dana yang dalam pelaksanaannya menejer keuangan harus mengambil keputusan pendanaan. Dibagian lain Riyanto (2001:14) mengatakan bahwa Setiap rupiah dana yang tertanam dalam aktiva harus dapat digunakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan investasi. Selanjutnya Riyanto (2001:15) mengatakan bahwa menejer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya-biaya yang minimal dan syarat-syarat yang menguntungkan.
Sedangkan fungsi keuangan menurut Sutrisno (2001:5) mengatakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari tiga keputusan utama yang harus berorientasi pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga kombinasi dari ketiga keputusan tersebut akan memaksimumkan nilai perusahaan. Pertama; keputusan investasi adalah masalah bagaimana menejer keuangan harus mengalokasikan dana kedalam bentuk–bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan dimasa yang akan datang. Kedua; keputusan pendanaan adalah masalah dimana menejer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya. Ketiga; keputusan Diveden adalah merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan besarnya prosentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham, stabilitas diveden yang dibagikan diveden saham, pemecahan saham, dan penarikan kembali saham yang beredar yang semuanya ditujukan untuk kemakmuran para pegang saham.
Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan tugas pokok dari manajemen keuangan berkaitan dengan pengambilan keputusan pada keputusan investasi dan pembiayaan.
2.1.2.Modal
Dalam setiap organisasi termasuk juga perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil, perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang. Modal merupakan hal yang utama untuk menunjang kegiatan oprasi dari perusahaan, menurut Liitge dalam Riyanto (2001:18) mendefinisikan modal sebagai uang. Schwiedland dalam Riyanto (2001:18) berpendapat bahwa modal adalah baik merupakan uang maupun bentuk barang yang digunakan dalam perusahaan. Munawir (1999:19) mendefinisikan modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditujukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa antara konsep modal dan konsep pemeliharaan modal yaitu bagaimana modal yang digunakan dalam menghasilkan out put dapat menciptakan laba yang dihasilkan perusahaan dapat digunakan kembali pada oprasi perusahaan.
Adapun jenis-jenis modal menurut Riyanto (2001:19) bahwa modal terbagi menjadi dua bagian yaitu: pertama; modal aktif yaitu modal yang habis dalam satu kali berputar dalam proses produksi dan proses perputarannya adalah dalam jangka waktu yang pendek (tidak kurang dari satu tahun). Kedua; modal pasif yaitu dibedakan menjadi dua bagian yaitu modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal badan usaha adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan laba) atau berasal dari pengambilan bagian peserta atau pemilik dan modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan (misal pinjaman). Dibagian lain modal ditinjau lamanya penggunaan menurut Riyanto (2001:21) terdapat dua jenis yaitu modal jangka panjang dan modal jangka penek. Modal jangka panjang yang ditarik untuk jangka waktu tidak tertentu batas waktunya adalah modal sendiri dan merupakan modal dengan mendapatkan tidak tetap dan modal yang ditarik untuk jangka waktu tertentu waktunya adalah modal asing dan merupakan modal dengan pendapatan tetap.
2.1.3.Modal Kerja
Dalam setiap perusahaa pasti membutuhkan modal kerja untuk membiayai oprasinya sehari-hari. Manajemen modal kerja berkepentingan terhadap keputusan investsi pada aktiva lancar terutama dalam penggunaan keduanya akan mempengaruhi risiko. Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya. Menurut Sutrisno (2001:43) mendefinisikan modal kerja adalah dana yang diperlukan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan sehari-hari. Sedangkan Riyanto (2001:20) mendefinisikan modal kerja menjadi tiga hal pokok yaitu:
1.Jumlah modal kerja adalah fleksibel
2.Susunan modal kerja adalah relatif variabel
3.Modal kerja mengalami proses perputaran dalam jangka waktu pendek.
Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa modal kerja merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan suatu perusahaan yang bersifat fleksibel dan disusun secara relatif variabel serta mengalami proses perputaran dalam jangka waktu yang pendek.
Menurut Munawir (1999:114) ada tiga macam konsep modal kerja yang biasa digunakan untuk analisis, yaitu;
1.Konsep kwalitatif adalah konsep ini menitikberatkan pada kwalitas dana dalam aktiva lancar dan dana yang tersedia untuk tujuan oprasi jangka pendek
2.Konsep kwantitatif adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek.
3.Kosep fungsional adalah menitikberatkan fungsi dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan dana.
Modal kerja menurut Riyanto (2001:60) digolongkan menjadi dua yaitu:
1Modal kerja permanen (permanent workig capital) yaitu modal kerja yang harus tetap ada dalam perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. permanent working capital ini dapat dibedakan dalam:
a.Modal kerja primer (primary working capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada dalam perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya
b.Modal kerja normal (normal working capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal. normal disini dalam artian yang dinamis
2Modal kerja variabel (vareable working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya selalu berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antara lain
a.Modal kerja musiman (sesaonal woking capital) yaitu modal kerja yang jumlahya berubah-ubah disebbka karena fluktuasi musim.
b.Moda kerja siklis (cycles working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya beubah-ubah disebabkan fluktuasi konyungtur.
c.Moal kerja darurat (emergency working capital) yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
Unsur modal kerja modal kerja atas ativa lancar dan hutang lancar dimana unsur modal kerja menurut pendapat Baridwan (1990:83)
1.Aktiva Lancar
aKas
Kas adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu setoran kebank dengan jumlah besar nominalnya, juga disimpan dalam bentuk atau tempat lain yang dapat sewaktu-waktu.
bSurat-surat berharga
Surat-surat berharga yang dapat segera dijual kembali dengan harga yang berlaku pada tanggal penjualan dan penjualan kembali itu dimaksudkan untuk memenuhikebutuhan uang, contoh saham, obligasi, deposito dan sertifikat Bank.
cPiutang
Adalah tagihan dengan klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa terhadap pihak lain tetapi dalam hal ini yang dimaksud piutang adalah piutang dagang yang akan dilunasi dengan uang atau barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
dPersediaan barang
Menunjukkan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. Jadi persedian ini dapat berupa bahan baku dan penolong, suplies pabrik, barang dalam proses dan barang jadi.
2.Hutang lancar
Hutang lancar adalah pengorbanan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang yang mungkin terjadi akibat kewajiban suatu badan usaha pada masa kini untuk mentransfer aktiva dan menyediakan jasa pada badan uasaha lainnya dimasa yang akan datang sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa lalu. Terdiri dari hutang dagang, wesel, hutang jangka panjang yang jatuh tempo, hutang diveden, uang muka dapat diminta kembali, dana dari pihak ketiga, hutang biaya dan pendaptan yang diterima dimuka.
Pengelolaan modal kerja berarti pengelolaan hutang lancar, aktiva lancar biasanya dikaitkan dengan hutang lancar. Oleh karena itu dalam memahami pengertian sebelumnya aktiva lancar merupakan kas atau sumber yang akan menjadi kas. Nilai aktiva lancar ditunjukkan oleh sirkulasi diantar beberapa rekening neraca. Sirkulasi tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut: kas digunakan untuk membeli bahan baku, pembayaran upah dan biaya pabrik (produksi) lain sehingga menghasilkan persaedian barang jadi, persedian tersebut dijual dan terciptalah kas.

(jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 100rb/judul, pembayaran melalui transfer antar BANK)

2.a.4Kajian Tentang Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja
Besar kecilnya suatu perusahaan sangat mempengaruhi kelancaran operasi perusahaan sehingga perputaran antara sumber dan penggunaan modal kerja harus dijaga keefektifannya, oleh sebab itu modal kerja sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan dan merupakan unsur yang paling penting untuk diperhatikan .
Munawir (1999:129) mengatakan bahwa laporan tentang perubahan dalam pos-pos yang tercantum dalam neraca yang diperbandingkan antara dua saat tertentu, hal ini untuk menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pos-pos elemen modal kerja. Selanjutnya laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen mengelola perputaran modal kerja atau sirkulasinya.
Selanjutnya Munawir (1999:131) menyatakan bahwa untuk mengetahui dengan menganalisa perubahan yang terjadi dalam sector non current (aktiva tetap, hutang jangka panjang, modal). Oleh sebab itu laporan perubahan modal kerja harus menunjukkan kedua hal tersebut dan dapat dijadikan dalam dua bagian: pertama; menunjukkan perubahan yang terjadi untuk setiap jenis elemen modal kerja secara total. Kedua; menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja.
Untuk dapat menganalisa atau menentukan besarnya perubahan modal kerja baik secara total atau masing-masing pos, unsur modal kerja diperlukan data neraca yang diperbandingkan antara tahun dasar dengan tahun berjalan.
Munawir (1999:131) menyatakan bahwa neraca yang diperbandingkan sebagai contoh dalam menyusun laporan modal kerja sebagai berikut :



Penjelasan
a.Aktiva lancar selain kas bertambah pada kolom perubahan Debit
b.Aktiva teta bertambah pada kolom perubahan Debit
c.Laba bertambah pada kolom kolom perubahan Debit
d.Hutang berkurang pada kolom kolom perubahan Debit
Sebaliknya
e.Aktiva lancar selain kas berkurang pada kolom perubahan Kredit
f.Aktiva tetap berkurang pada kolom perubahan Kredit
g.Laba berkurang pada kolom perubahan Kredit
h.Hutang bertambah pada kolom perubahan Kredit
i.Modal bertambah pada kolomperubahan Kredit
Adapun elemen-elemen dari neraca dan rugi laba yang nampak diperhatikan berdasarkan penggolongannya adalah sebagai berikut:
a.Elemen aktiva lancar selain kas
b.Elemen aktiva tetap
c.Elemen dari modal
d.Laba dari hasil penjualan opersi
Dari laporan perubahan neraca dan rugi laba elemen-elemen yang memperbesarmodal kerja adalah:
a.Berkurangnya aktiva tetap
b.Bertambahnya modal
c.Adanya laba operasi perusahaan
Sedangkan elemen-elemen dari neraca dan laporan rugi laba yang memperkecil modal kerja adalah:

a.Bertambahnya aktiva tetap
b.Berkurangnya hutang
c.Berkurangnya modal
d.Pembayaran laba operasi
Untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja, maka diperlukan pengelompokan elelmen-elemen yang menyebabkan perubahan modal kerja. Menurut Syamsudin (2007:135) berpendapat bahwa yang menjadi sumber modal kerja adalah sebagai berikut:
1.Penerunan jumlah aktiva
2.Peningkatan jumlah hutang
3.Keuntungan sesudah pajak
4.Depresiasi
5.Penjualan saham-saham baru
sedangkan yang menyebabkan terjadinya penggunaan modal kerja sebagai berikut:
1.Peningkatan jumlah aktiva
2.Penurunan jumlah utang
3.Kerugian
4.Pembayaran laba operasi perusahaan
5.Pembelian kembali saham-saham perusahaan
Selanjutnya Syamsudin (2007:135) menyatakan bahwa dalam membuat laporan sumber dan penggunaan modal kerja diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1.Menyusun laporan rugi laba tahun terahir
2.Menyusun neraca tahun terahir
3.Menusun laporan neraca tahun sebelumnya yang akan digunakan sebagai dasar perbandingan
4.Sebelum menyajikan laporan sumber dan pengguanaan maka lebih dahulu perlu diadakan penyesuaian terhadap beberapa pos-pos tertentu yaitu:
a.Perubahan aktiva tetap (cadangan penyusutan)
b.Penjualan
c.Pendapatan
d.Hutang
e.Modal
f.Biaya penjualan
g.Biaya pajak
Munawir (1999:134) menyatakanbahwa penyusunan laporan perubahan modal kerja atau laporan sumber dan penggunaan modal kerja lebih mudah dengan menggunakan kertas kerja (Worksheet). selanjutnya Munawair (1994:135) memberikan langkah-langkah dalam penyusunan worksheet untuk perubahan laporan modal secara garis besar sebagai berikut :
1.Menyususn pos-pos neraca awal priode dan akhir periode sekarang dengan neraca periode sebelumnya dipisahkan pos-pos neraca bersaldo pasifa.
2.Menentukan perubahan yang terjadi pada masing-masing pos, masukan tersebut pada sisi debet atau kredit. Kolom sebelah debet untuk mencatat kenaikan aktiva, penurunan hutang dan modal. Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva dan kenaikan hutang dan modal.
3.Menganalisa perubahan yang tejadi pada rekening atau pos-pos non current untuk menetukan alasan atau sebab perusahaan tersebut dan menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap modal kerja apakah merupakan sumber, penggunaan atau tidak mempunyai pengaruh sama sekali.
4.Melakukan penyesuaiyan terhadap perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan transaksi yang sebenarnya.
5.Setelah melakukan penyesuaiyan maka langkah berikutnya adalah memindahkan perubahan- perubahan netonya atau perubahan pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar dipindahkan kekolom kenaikan atau penurunan modal kerja:
Jika pos tersebut mempunyai perubahan debet maka dipindahkan kekolom kenaikan modal kerja. Sebaliknya jika pos tesebut mempunyai perubahan kredit maka dipindahkan kekolom penurunan modal kerja. Peubahan pos-pos non current (aktiva tak lancar, hutang jangka panjang dan modal) dipindahkan kekolom sumber dan penggunaan modal kerja.
Menurut Munawir (1999:134) menyatakan bahwa penyusunan laporan dan sumber penggunaan modal kerja lebih mudah mudah dilakukan dengan menggunakan modal kerja (worksheet). Selanjutnya Munawir (1999:135) memberikan penyusunan worksheet sebagai contoh dalam penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja sebagai berikut :



Dibagian lain Munawair (1999:138) menyebutkan tujuan penyusunan Worksheet sebagai alat penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja sebagai berikut:
a.Untuk menghapus atau menetralisir perubahan dalam suatu rekening yang tidak mempengaruhi modal kerja. Dari perubahan ini harus dibuat penyesuaian untuk menetralisir rekening yang bersangkutan dengan membuat jurnal kebalikan atau membalikkan jurnal yang dibuat pada waktu terjadi perubahan tersebut.
b.Untuk melaporkan sumber dan penggunaan modal kerja secara individu atau terpisah jika beberapa transaksi telah diringkas atau dilaporkan dalam suatu rekening. Perubahan dalam suatu rekening atau pos dapat menyebabkan adanya beberapa sumber atau penggunaan modal kerja secara terpisah atau merupakan kombinasi dari sumber dan penggunaan modal kerja secara tunggal.
c.Untuk melaporkan suatu sumber dan penggunaan modal kerja (menjadi satu terhadap satu sumber atau penggunaan modal kerja yang dilaporkan dalam dua rekaning atau lebih)
d.Untuk menggabungkan atau memindahkan sumber modal kerja dan penggunaan modal kerja satu kelompok sehingga mempermudah penyusunan laporan perubahan modal kerja.
2.2.Hipotesis
Hipotesis sangat penting bagi peneliti sebagai pedoman dalam pengumpulan data, menganalisa data sehingga laporan hasil penelitian memiliki objektifitas dan rentabilitas.
Mengacu pada pendapat Sugiono (2003:40) yang menyatakan bahwa jika yang diteliti adalah populasi, maka hipotesis statistiknya tidak ada, yang ada hanya hipotesis penelitian. Karena dalam penelitian ini yang diteliti adalah populasi maka hipotesisnya tidak perlu.


3. Metodologi Penelitian
Lokasi Penelitian
Adapun letak dari lokasi penelitian ini bertempat di UD. Barokah Desa Paragaan Sumenep.

Jenis Penelitian
Kline dalam Sugiono (2003:11) menurut tingkat ekplanasi adalah penelitian yang diksud variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel yang lain. Berdasarkan hal ini, penelitian dapat dikelompokkan menjadi, deskripitf, komparatif, dan asosiatif. Berdasarkan dari pendapat diatas maka jenis penelitian ini menggunakan penelitian secara deskriptif yaitu yang bersifat menggambarkan.

Jenis Data Dan Sumber Data
3.3.1.Jenis Data
Jenis data dalam statistik berdasarkan tingkat pengukurannya (level of meanstrument), menurut Sugiono (2003:14) yang akan dianalisis sebagai berikut:
1.Data kualitatif adalah data yang bebentuk kata, kalimat, skema dan gambar.
2.Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan
3.Dua gabungan adalah data yang merupakan gabungan dari data kuantitatif dan data kuantitatif
Adapun jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kuantitatif karena data yang diperoleh berupa laporan keuangan.
3.3.2.Sumber Data
Sugiono (2003:15) dalam bukunya bahwa sumber data yang akan dianalisis adalah sebagai berikut:
1.Data primer adalah data yang diperolah langsung dari sumbernya diamati dan dicatat untuk pertama kalinya
2.Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya atau dengan kata lain data yang sudah mengambil hasil orang lain.
Adapun jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder karena data yang diperoleh berasal dari laporan-laporan keuangan perusahaan.

3.4Populasi Dan Sampel
Menurut Sugiono (2002:59) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu penyajian data dari materi yang didapat sebagai hasil penelitian dengan memberikan gambaran menurut keadaan yang ada pada waktu mengadakan penelitian dalam perusahaan. Karena dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan mengandung hipotesis penelitian, maka dalam penelitian ini hanya terdapat populasinya saja tanpa diambil sampelnya yang berupa laporan-laporan yang berkaitan dengan UD. Barokah Paragaan Sumenep.

3.5Definisi Operasional
Dalam hal definisi operasional, M. Nasir (1999:152) menjelaskan bahwa definisi operasional adalah suatu definisi yang memberikan kepada suatu variabel dengan cara memberi arti, menspesifikasi kegiatan,atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut.
Adapun definisi operasional yang terdapat dalam penelitian ini adalah :
aModal kerja adalah yang digunakan perusahaan dalam satu periode baik ditinjau dari segi modal kerja bersih maupun perputaran modal kerjanya
bSumber modal kerja adalah trsasaksi yang menyebabkan naiknya modal kerja, baik penjualan aktiva maupun penerimaan karena sesuai dengan operasi peusahaan.
cPenggunaan modal kerja adalah semua kegiatan perusahaan yang menyebabkan terjadinya uang atau dana keluar baik karena kegiatan operasional maupun dari kegiatan non operasional perusahaan.

Pada penelitian ini hanya terdapat satu macam variabel yaitu variabel mandiri berupa analisa sumber dan penggunaan modal kerja dengan indikator sebagai berikut
aUntuk sumber modal kerja
1.Hasil operasi perusahaan (penjualan produk)dan laba operasi.
2.Penyusutan
3.Pinjaman Bank
4.Tagihan Piutang dan Pemilik
bPenggunaan modal kerja mempunyai indikator sebagai berikut:
1.Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan.
2.Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar.
3.Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap.
4.Pembayaran hutang-hutang jangka panjang.
5.Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

3.6Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilukukan dengan cara sebagai berikut:
aSurvey pendahuluan yakni penelitian secara umum terhadap perusahaan dengan tujuan mengetahui masalah yang dihadapi perusahaan.
bPenelitian lapangan yakni upaya untuk memperoleh data secara ducumenter atau data yang diperoleh dari dokumen perusahaan.

3.7Teknik Analisis Data Dan Uji Hipotesis
3.7.1Teknik analisis data
Analisis data adalah kegiatan mengelola data yang dikumpulkan baik dari lapangan atau pustaka yang menjadi seperangkat hasil dari penemuan baru maupun dalam bentuk pembuktian kebenaran ataupun hasil hipotesis. Sedangkan teknik analisis yang ada yaitu menghitung perubahan sumber dan penggunaan modal kerja (worksheet).
Munawair (1999:135) memberikan langkah-langkah dalam penyusunan worksheet untuk perubahan laporan modal secara garis besar sebagai berikut :
1.Menyususun pos-pos neraca awal priode dan akhir periode sekarang dengan neraca periode sebelumnya dipisahkan pos-pos neraca bersaldo pasifa.
2.Menentukan perubahan yang terjadi pada masing-masing pos, masukan tersebut pada sisi debet atau kredit. Kolom sebelah debet untuk mencatat kenaikan aktiva, penurunan hutang dan modal. Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva dan kenaikan hutang dan modal.
3.Menganalisa perubahan yang tejadi pada rekening atau pos-pos non current untuk menetukan alasan atau sebab perusahaan tersebut dan menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap modal kerja apakah merupakan sumber, penggunaan atau tidak mempunyai pengaruh sama sekali.
4.Melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan transaksi yang sebenarnya.
5.Setelah melakukan penyesuaian maka langkah berikutnya adalah memindahkan perubahan- perubahan netonya atau perubahan pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar dipindahkan kekolom kenaikan atau penurunan modal kerja
Jika pos tersebut mempunyai perubahan debet maka dipindahkan kekolom kenaikan modal kerja. Sebaliknya jika pos tesebut mempunyai perubahan kredit maka dipindahkan kekolom penurunan modal kerja. Peubahan pos-pos non current (aktiva tak lancar, hutang jangka panjang dan modal) dipindahkan kekolom sumber dan penggunaan modal kerja.

3.7.2Uji Hipotesis
Karena dalam penelitian ini bersifat deskriptif, jadi hanya mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.dan data yang digunakan adalah populasi (tidak menggunakan sampel) maka tidak perlu uji hipotesis. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono (2002:40), yang menyatakan bahwa : "….jika yang diteliti adlah populasi, maka hipotesis statistiknya tidak ada, yang ada hanya hipotesis penelitian dan dalam pembuktiannya tidak ada istilah signifikan (taraf kesalahan atau taraf kepercayaan).
I.9. JADWAL PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
Tahap persiapan selama 10 hari
Tahap penyusunan proposal 25 hari
Tahap penyajian izin penelitian selama 10 hari
Tahap penelitian di lapangan selama 15 hari
Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 20 hari
Tahap laporan hasil penelitian selama 15 hari
I.10. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Adapun sistematika dari penelitian yang dilakukan oleh penulis saat ini adalah :
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian secara sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori dan metode penelitian.
BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan metode cara kerja untuk memahami objek yang sedang diteliti yang didalamnya melekat tehnik atau alat yang dipergunakan dalam penelitian tersebut.
BAB IV Analisis
Bab ini menyajikan tentang hasil-hasil penelitian terdiri dari tinjauan objek penelitian dan pembahasannya. Pada bab ini juga akan dikupas tentang pengujian Hipotesis.
BAB V Penutup
Bab ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis ajukan. Sedangkan daftar pustaka dan lampiran-lampiran akan disajikan setelah Bab IV.

I.11. DAFTAR PUSTAKA
Untuk daftar pusta lihat di tinjauan teori..........sukses bos...............

(jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 100rb,pembayaran melalui transfer antar BANK)
CONTOH WORK SHEET: